Hampir 5 bulan, perjuangan untuk berhenti merokok saya lakukan. Bahkan bisa dibilang sekrang saya sudah tidak menyentuh lagi. Tapi sesekali melihat temen2 yang merokok, saya pun jadi pengen :p~. Merokok memang telah menjadi lifestyle bagi masyarakat kita, dan tidak jarang rokok malah menjadi “sesuatu” yang dapat membangkitkan kepercayaan diri (yakin ??). Setidaknya situasi ini yang anda lihat pada lingkungan siswa yang menembuh jenjang pendidikan baik SMP maupun SMU, atau SD juga udah bisa ngerokok kalee ya. Bahkan proses pembuatannya pun juga merugikan.
Buat yang sudah “ketagihan” merokok, berhenti selama 1 - 2 hari saja cukup berat, karena biasanya efeknya ada pada lidah yang pait dan pusing-pusing, atau mungkin ada gejala lain. Kadang juga rokok digunakan untuk meredakan kesuntukan bahkan stress. Tapi merokok juga menyebabkan efek yang buruk bagi tubuh anda, salah satunya adalah kinerja paru-paru dan jantung yang menurun. Berlari yang baru berapa meter aj udah termehek-mehek :p~ atau mungkin pada saat renang anda bisa merasakan benar penurunan kinerja organ tubuh anda yang menurun.
Tepat akhir awal juli yang lalu saya diajak rekomendasikan oleh sahabat untuk memulai aktivitas fitness. Hal yang luar biasa menurut saya, karena dari sejak kecil jarang sekali olahraga entah hanya sekedar lari kecil atau pun push up. Sebuah permulaan memang berat, ketika mulai menekuni rutinitas baru ini, tidak jarang tubuh saya ngilu-ngilu, bukan cm itu rokok pun juga masih tetep lanjut kyk kereta api :d. Setelah 5 bulan, tidak ada perubahan sama sekali dari tubuh, normal-nya akan ada perubahan dari tubuh kita, entah bertambah gemuk, ato massa otot yang bertambah.
Kemudian saya mulai mengurangi aktivitas merokok, berat memang, lidah yang pait, kepala pusing juga sering membuat saya kembali merokok. Awalnya saya hanya bertahan 1 - 2 minggu, kemudian kembali lagi. Desember 2007, adalah awal dari keinginan saya untuk berhenti, karena kebetulan saya mulai menekuni kembali olahraga renang yang sudah saya tinggalkan 8 tahun lamanya. dan hasilnya.. eng.. ing.. eng.. damn.. saya kalah sama anak SD waktu renang, coz nafas saya tidak sepanjang anak itu.. hahaha.. “sudahlah akui aj km kalah gung..”
Dari sini barulah awal saya memulai hidup sehat, mulai dari diet (mengatur pola makan), mengatur pola istirahat, dan menghentikan total aktivitas merokok. Sesekali lidah pahit, saya minum teh manis atau ngopi :p~. Sesekali saya pusing, saya coba untuk tidur dan istirahat teratur. Sambil proses berhenti ini, saya coba imbangi dengan kegiatan fitness dan renang, hingga akhirnya sukses menaikan bobot saya dari 56 kg menjadi 65 kg dan berhenti merokok. Rutinitas yang terbilang baru ini saya jalani 3 - 4 kali seminggu, dan setelah melakukan check up oleh dokter penyakit dalam, alhamdulilah paru-paru saya sehat dan bersih.
* tulisan ini untuk menumbuhkan semangat berhenti merokok, sekaligus menyambut hari tanpa tembakau